Daftar Postingan»

Arsip untuk Kategori ‘Khazanah’

Musim Celana di Australia

Sajak Ian Campbell Dengan sikap sayap gemilang dan tajam saya ke pegunungan dekat Sydney. Blue Mountains. Bersifat biru akibat penguapan air dari daun-daun berjuta-juta pohon eucalyptus. Mengendarai mobil jenis godi, ternyata terbang, rasa bebas, karena melepaskan diri dari asap kabut kota Sydney. Menyeberangi puncak gunung, mulai meluncur ke pedalaman Australia. Terkejut, seperti kilat, pikir: ‘Aduh! Saya perlu celana baru.' Di Bathurst, ...Lanjut »
» 9 Jun 2009 | Khazanah | 2 Respon »

Sesuatu Sapardi: Anda Bahagia Menulis Puisi?

Oleh Hasan Aspahani SAYA mengenal nama penyair Sapardi Djoko Damono dan puisi-puisinya dalam buku DukaMu Abadi. Ada sebuah toko buku di Balikpapan yang sering saya kunjungi sepulang sekolah. Mengambil gaya Chairil Anwar, saya pernah mencuri buku di sana. Buku Sapardi itu saya beli, tidak saya curi. Waktu itu saya masih kelas 1 SMA. Puisi-puisi dalam buku tipis itu waktu itu sangat ...Lanjut »
» 27 Oct 2008 | Khazanah | 10 Respon »

Jalan Setapak Berduri

Oleh Nirwan Dewanto LUKISAN pemandangan gaya Hindia Molek telah memukau saya di masa kecil, tapi perlahan-lahan saya tahu bahwa keindahan semacam itu hanya menjadikan saya seorang penggirang palsu, pemuja buta negeri sendiri. Perihal sastra (berbahasa) Indonesia sepanjang 2003, saya tak mampu membentangkan lukisan jelita. Menelusuri lanskap penulisan itu niscayalah mengungkai royan dan cedera pada diri sendiri. Kenapa gerangan kita masih ...Lanjut »
» 27 Oct 2008 | Khazanah | 2 Respon »

Pinurbo dan Dinar

Oleh Nirwan Dewanto SETIAP akhir tahun saya merasa lara dan terkutuk sebab saya tahu tak banyak karya sastra dalam bahasa nasional kita dalam setahun itu yang layak dikenang. Sebagian besar hanya akan tinggal sebagai bahan dokumentasi. Juga sepanjang 2002. Namun, takut menjadi anak durhaka di kampung halaman sendiri, saya berusaha toleran terhadap mutu sastra, lalu menghibur diri: lihat, bakat baru terus ...Lanjut »
» 27 Oct 2008 | Khazanah | 1 Respon »

Yang Lahir dan Tumbuh dalam Gelanggang

TEMPO No. 44/XXX - 31 Desember 2001 DUA tahun yang lalu, majalah ini (dalam edisi milenium) menampilkan sekian tokoh, pokok, dan peristiwa yang telah mapan dalam sejarah kesenian modern di Indonesia—masa yang kurang-lebih terentang dari 1900 ke 1970. Namun, patut segera disadari bahwa kemapanan bukanlah kebajikan utama dalam proses berkesenian. Sebagaimana terbukti dalam sejarah seni dunia, apa yang dianggap penting di ...Lanjut »
» 25 Oct 2008 | Khazanah | 2 Respon »

Rumah, Puisi, Penyair

(Kisah Rumah: Perpuisian Indonesia Modern) Oleh Bandung Mawardi … suasana desa Komplang yang gelap, sepi, dan tidak menyajikan tawaran “apa pun” untuk dinikmati menjadikan Sapardi memutuskan untuk lebih banyak tinggal di rumah. Ia menegaskan, “Mungkin karena suasana yang ‘aneh’ itu menyebabkan saya memiliki waktu luang banyak dan ‘kesendirian’ yang tak bisa saya dapatkan di tengah kota”. Akan tetapi, tampaknya, keputusannya untuk lebih banyak ...Lanjut »
» 4 Oct 2008 | Khazanah | 1 Respon »

Telepon dan Sastra: Ekstase dan Pembenaran Diri

Oleh  Bandung Mawardi* TELEPON adalah sebuah kata yang lahir pada tahun 1796. Sebagai wujud dari teknologi komunikasi, telepon menemukan bentuk dan fungsi nyata saat Alexander Graham Bell (1874-1922) menemukan dan mematenkan perangkat tersebut. Telepon pun kemudian berkembang sebagai dasar dari revolusi besar komunikasi, bahkan tata hidup manusia secara umum. Tak dapat dielak, telepon telah menjadi ikon modernitas yang juga menandai pergeseran nilai, ...Lanjut »
» 24 Jul 2008 | Khazanah | 1 Respon »