Daftar Postingan »

Arsip untuk Kategori ‘Apresiasi’

Bukan Si Anak Hilang

Sitor Situmorang Paris la Nuit / Paris di Waktu Malam Forum Jakarta-Paris & Komunitas Bambu, 2002 lxiv + 262 halaman ------------------------------------- Membicarakan perpuisian Sitor Situmorang, orang mungkin segera teringat sajaknya “Malam Lebaran”, sajak-sebaris yang cuma berbunyi Bulan di atas kuburan. Sajaknya yang juga sangat populer adalah “Si Anak Hilang”. Selain karena kekuatan bentuk pengucapannya, sajak ini pun dianggap mewakili kecenderungan tematik perpuisian Sitor. Sajak ini ...Lanjut »
» 24 Jul 2008 | Apresiasi | 0 Respon »

Membaca Alis

Bahkan seorang penyair yang telah hampir tiga puluh tahun menyuntuki kegemaran mengarang puisi masih sering dilanda kegamangan: apa lagi yang mesti diperbuat terhadap kata-kata ketika apa yang ingin dikatakan sudah dikatakan penyair-penyair lain? Ada dua kemungkinan yang dia tempuh. Pertama, larut saja dalam pengulangan, sehingga menulis puisi hanyalah cara untuk menunjukkan bahwa puisi masih ditulis. Kedua, mencoba bereksperimen dengan sesuatu ...Lanjut »
» 19 May 2008 | Apresiasi | 2 Respon »

Nganga Sunyi

Baru saja saya bertemu dengan seorang teman yang mengaku awam dalam soal sastra tapi suka menikmati karya sastra, khususnya puisi. Dia bertanya, “Apakah sebuah puisi mesti dibaca sebagai sebuah karya yang mandiri atau dapatkah dikait-kaitkan dengan puisi(-puisi) lain dari penyair yang sama?” Sebuah pertanyaan yang mungkin klise namun tetap menggoda.                 Saya ambil sajak Sitor Situmorang “Malam Lebaran” sebagai contoh kasus ...Lanjut »
» 19 May 2008 | Apresiasi | 1 Respon »

Bencana

Beberapa saat setelah gempa mengguncang dan memorakporandakan beberapa bagian dari wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada pagi tanggal 27 Mei 2006, sejumlah teman mengirim tanya kepada saya: “Sudahkah menulis puisi tentang gempa?” Pertanyaan serupa pernah saya terima beberapa saat setelah tsunami menerjang Aceh pada suatu pagi di penghujung tahun 2004, sehari setelah perayaan Natal. Atas permintaan teman, saya sempat menyuruh tangan ...Lanjut »
» 17 May 2008 | Apresiasi | 0 Respon »

Kepada ‘Kekasihku’

Ketika menulismu, Kekasihku, aku seakan-akan berada dalam suasana sedang mengerjakan kumpulan puisi terakhirku. Untunglah hanya seakan-akan, karena sampai saat ini aku masih merasa bahwa urusanku dengan puisi belum selesai.    Melalui kamu ada hasratku untuk mematangkan atau mengendapkan berbagai ihwal yang telah kujelajahi sebelumnya sejak dari antologi Celana (1999) hingga Telepon Genggam (2003). Sajak “Perjamuan Petang”, “Selepas Usia 60”, dan “Celana Ibu”, ...Lanjut »
» 13 May 2008 | Apresiasi | 3 Respon »