Sajak Sebentar
Sebentar lagi aku akan sampai di rambutmu.
Seperti embun hinggap di pucuk perdu.
Dua bentar lagi aku akan sampai di matamu.
“Siapakah kamu yang rela menggenang di mataku?”
Aku secercah doa yang berasal dari tetes keringatmu.
Tiga bentar lagi aku akan sampai di lidahmu.
Lenyapkan aku, lenyapkan dalam hausmu.
(2010)
Sajak ini luar biasa menyentuh. Saya berlinang air mata membacanya. Ingin rasanya menggubah lagu dari sajak ‘bersahaja’ ini, seandainya kubisa. Salut!