» 6 Aug 2008 | Membaca Jokpin | 2 Respon »
Arsip untuk Aug 2008
Persinggahan Sang Penyair
Oleh Karlina Supelli*
Ketika penerbit meminta saya memberi pengantar kumpulan puisi Joko Pinurbo ini, saya merasa kikuk. Membaca karya sastra merupakan pengalaman intim, amat personal. Bahwa kemudian orang mengutip karya-karya tertentu ke dalam tulisan, tidak berarti bahwa pengalaman itu sebagai pengalaman, dapat terpaparkan dengan lancar ke hadirat pembaca. Rasa kikuk ini sebetulnya muncul karena didahului oleh kesadaran bahwa saya bukan kritikus ...Lanjut »
“Surga Kecil” Jokpin
Oleh Nirwan Ahmad Arsuka
Di sepanjang jaman, puisi adalah beberapa di antara barang yang tak pernah surut produksinya, paling tidak di Indonesia. Di era krisis, pasokan puisi bukannya ikut surut, tapi malah mungkin meningkat. Yang pasti, redaktur rubrik puisi di media cetak – setidaknya di Bentara KOMPAS – selalu kewalahan menerima kiriman sajak yang melimpah ruah. Kendati nyaris semua penduduk negeri ...Lanjut »
» 5 Aug 2008 | Membaca Jokpin | 0 Respon »
Puisi: Membaca Kiasan Badan
Oleh Ignas Kleden
Sangat mungkin bahwa di antara penyair-penyair dalam sastra Indonesia moderen, tidak seorang pun yang demikian obsesif dengan tubuh manusia dalam permenungannya, seperti halnya Joko Pinurbo, dalam kumpulan sajaknya Di Bawah Kibaran Sarung. Penyair dan novelis sebelum dia memang di sana-sini menulis juga tentang badan, karena seluruh perasaan erotik tidak bisa tidak harus menyentuh aspek badan. Akan tetapi pada ...Lanjut »
» 1 Aug 2008 | Membaca Jokpin | 0 Respon »